And Finally….

Maaaf baru bisa melanjutkan tulisan hari ini yaaa :)

Sebelumnya saya bikin blog baru di blogspot (cek juga: petitecanard.blogspot.com), makanya blog yang di wordpress ini tidak terurus. Sekitar satu bulan saya hobi blogging di blogspot. Menceritakan berbagai pengalaman setelah pengumuman penerimaan. Tetapi, ternyata oh ternyata, menggunakan blogspot jauh lebih ribet dari wordpress (menurut saya loh). Jadi sudah sekitar 3 bulan terakhir ini saya benar-benar vakum dari blog.
Belum lagi SMA ini terlalu banyak tugas yang tidak dapat disepelekan sehingga saya sudah jarang meng-update segala sesuatunya termasuk antivirus sekalipun. Hati saya kembali tergugah untuk menulis blog semenjak tugas TIK yang diberikan guru TIK saya, pak Dimyati. Dan hari ini saya harap saya bisa kembali mengurus blog sebaik-baiknya :D

Meskipun SMA ini saya disibukkan dengan berbagai kegiatan, akan tetapi saya sangat senang menjalaninya. Karena semua berjalan sesuai dengan keinginan saya. Namun tidak seindah yang dibayangkan, nilai-nilai saya selama 3 bulan di SMA ini seolah-olah menyerang saya balik untuk dimintai pertanggungjawaban. IYA! TENTU SAJA, tentu saja nilai-nilai itu adalah nilai-nilai remedial. Entah apa yang salah, namun saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan hasil maksimal pula. Namun apa daya, KKM dan nilai saya sedang tidak akur nampaknya. Berbeda dengan masa-masa SMP yang boleh terbilang saya sangat amat jarang dan nyaris tidak pernah mendapatkan remedial. Tapi mungkin saya harus melakukan evaluasi belajar yang baik untuk bulan-bulan berikutnya. Pada intinya, saya akan berusaha agar nilai-nilai saya bisa menjadi lebih baik lagi untuk 3 tahun ke depaaan amin. :D

Komentar bertahan »

Berharap yang Terbaik Part II

ALHAMDULILLAH, ALHAMDULILLAH, ALHAMDULILLAH

Itu kata-kata yang nggak pernah lepas dari bibir gue pada tanggal 11 Juni 2009, dini hari tepatnya menjelang tanggal 12 Juni 2009.

Tanggal 11 Juni 2009, hari paling tegang yang tak terlupakan!
Bangun jam 07.30, lalu saat keluar dari kamar, ada tamu jadi terpaksa salam dulu dengan mata sipit yang dipaksa melek biar sok-sok dikira udah bangun dari pagi. Lalu dilanjutkan buka facebook di handphone ngecekin wall yang baru masuk. Sesudah itu, nungguin ibu yang masih ngobrol sama si tamu itu. Dan untungnya, obrolan ibu dan si tamu selesai berkat kedatangan Bang Warno (supir gue). Setelah gue mandi, sarapan, sampai akhirnya satu keluarga siap, kiat untuk berangkat menuju rumah Bunda (tante gue) di daerah Pejaten. Sebelum ke Pejaten, pastinya gue dan Ibu nge-drop Bapak dulu ke kantor. Setelah sampai di Pejaten, gue sama Ibu makan siang disana lalu dilanjutkan ngobrol-ngobrol panjang lebar sama Bunda. Sampai tiba waktunya dimana gue download-in Opera Mini buat Bunda hihi Bunda ngebet banget tuh. Karena mengobrol cukup memakan waktu, gue dan Ibu pun memastikan pukul 5 harus sudah berangkat ke Pacific Place.

Ini sebenarnya sudah menjadi niat awal gue, Ibu dan Bapak buat ke Pacific Place tanggal 11 Juni buat acara reunian anak-anak perancis atau biasanya disebut PPI (apa kepanjangannya? Ada yang tahu?). Lumayanlah, walaupun banyak yang nggak seangkatan sama gue sekeluarga, tapi seru juga. Orang-orang yang gue kenal ada Mbak Yossi, Om Taufik, Om Novdi, Tante Vita, Tante Ninik (pasti!), Om Bernard dan kayaknya cuma segitu. Padahal waktu gue tinggal disana, orang-orang yang gue kenal bisa lebih dari 30 orang. Sayangnya udah pada sibuk juga sih, jadi susah ngumpulnya. Okaaay! Lanjut lagi ceritanya. Kita semua janjian di Head Potato, gue, Ibu sama Bapak ngabisin waktu cukup lama disana sampai jam 10-an. Dan kayaknya waktu yang begitu lama belum bisa membuat perut gue kenyang. Segitu kita pulang cepet karena yang lain masih ada disana. Pas mau pulang, Om Taufik pulang bareng kita, tapi cuma sampai ditengah jalan.

Aaah Back Home! Saat itu mata gue berat banget. Udah jam 11 malem, dan gue belum mandi sore. Sip! Gue pun mandi dulu. Setelah buang-buang waktu dikit di kamar, Ibu manggil gue jam 12-an buat buka website SMANSA Bogor, barangkali pengumumannya udah ada. DAGDIGDUGJER DAGDIGDUGJER! AAAA TEGANG BANGET GUE!!! Gue sama Ibu tegang. Dan Bapak? Bapak masih tampak tenang diseberang sana bersama leptopnya. Pas dibuka …………………. Yaaah, belum ada deh. Woow udah bikin tegang setengah mati padahal. Cuma dikit doang, pas gue klik read more yang ada juga malah blank halamannya. Iya udah, gue, Ibu sama Bapak nunggu sampai jam 01.00, sekalian gue buka facebook lagi sambil nunggu. Bolak-balik gue klik website SMANSA, tapi read more-nya belum memberikan hasil. Tik Tak Tik Tak, gue liat jam, balik lagi. Terus aja kayak gitu. Dan belum ada hasil. Sedangkan jantung gue terus berdebar-debar. Yang ada malah gue YM-an sama Uca. Curhat-curhat soal tegang haha. Setelah jam 01.15, belum ada juga. Karena gue udah ngantuk, jadi Ibu gue nyaranin buat tidur aja. Gue pun matiin komputer dan bergegas ke kamar. Setelah siap-siap buat tidur dan selangkah lagi buat mencapai kamar. Eh, hp gue bunyi di kamar sebelah! Buset! Apaan tuh jam segini bunyi-bunyi? Jangan-jangan pengumuman? Gue pun lari-larian ke kamar sebelah. Sesampainya di sana, gue langsung ngangkat dan itu dari siapa? UCA! Uca bilang, “NIIIIN, UDAH ADA DI WEBSITENYA NIIIN! NOMER LU BERAPA?” gue diam sesaat, lalu gue bilang, “APA CA? OMAIGAT?! DEMI APA? NOMER OO194 GUE!” dagdigdugdagdigdug. “NIN! ADAAAAA! LU KETERIMA NIIIIN!”. Dan gue pun berkata, “Alhamdulillaaaaaah! Alhamdulillah Alhamdulillah” sambil guling-gulingan di lantai. Niat awal gue mau sujud syukur, tapi berhubung gue jadi blank (sama kayak web SMANSA waktu gue buka) dan lupa kiblat dimana, alhasil gue guling-gulingan di lantai sambil mikir. Tapi Ibu tetep nyuruh gue buat buka website SMANSA. Dan ternyata bener! Alhamdulillaaaah. Segala Puji Bagi Allah :) Dan setelah itu, gue, Ibu dan Bapak jadi nggak bisa tidur sampai jam setengah 4 saking senengnya huahaa. Well, itu ceritanya yang paling-paling-paling menegangkan.

Keesokan harinya, gue ngambil amplop SMANSA, dan ternyata benar, gue DITERIMA :) ALHAMDULILLAAAAAH! Hey Semuanyaaaa, baik keluarga, temen, atau siapa saja yang kenal sama gue, makasih banyak yaaa doanya. I LOVE YOU ALL ! :D muah. Tapi sayangnya, dua dari Lc (Sapy dan Bella), belum keterima di RSBI. Mudah-mudahan kalian diperlancar dalam tes reguler selanjutnya yaaa :) Good Luck guys!

Komentar bertahan »

Berharap yang Terbaik

Okaaay! Kayaknya gue makin kesini makin kosong dan nggak ada kegiatan yang bisa dilakukan selain merasakan ketegangan tiap detik. Detik-detik ini adalah detik penentu dimana masa depan gue akan terjawab. Gue mau masuk SMA. Dan tanggal 12 nanti pengumuman penerimaan murid baru. Ya Allah semoga hamba bisa mendapatkan sekolah yang hamba inginkaaan (amin). Sekarang ini yang bisa gue lakukan adalah berdoa & tawakal. Jujur aja gue takut banget sebenarnya. Rasa tegang ini udah gue alami berkali-kali. Pertama pas waktu UN (Ujian Nasional), ini penentu kelulusan. Lalu Ujian Praktek, yang ini penentu kemampuan kita selama 3 tahun bersekolah di SMP. Lalu US (Ujian Sekolah) sebagai penentu kelulusan juga dari mata pelajaran non-UN. Dan tes yang terakhir adalah tes RSBI. Yaitu tes untuk bisa diterima di SMA. Semoga gue bisa lakukan yang terbaik buat kedua orang tua dan orang-orang disekitar gue. Mungkin rasa tegang ini dialami hampi r oleh selurh siswa dan siswi di Indonesia menjelang tahun ajaran baru. Terutama menjelang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Sebenarnya, sebelum gue melewati hari-hari tes yang menegangkan, gue jug asudah melewati dan dibekali oleh berbagai TUC (Tes Uji Coba) dan To (Try Out) tapi sepertinya tes-tes itu belum bisa menghilangkan rasa tegang gue. Tapi lumayanlah kalo untuk olah mental memang sudah cukup berguna. Hmm mungkingue baru bisa nulis sampai sini dulu. Karena gue belum tau hasil :) :) :)

tunggu kelanjutannya yaaa!
– to be continue :D

Komentar bertahan »

RUNAWAY!

Runawaaaaaaaay! Itu kata-kata yang muncul di pikiran gue saat ini. Rasanya gue pengen lari dari masalah yang udah cukup  mengganggu gue. Ini faktor yang cukup rumit, karena gue juga nggak bisa bedain ini faktor internal atau eksternal zz. Kenapa dan kenapa? Ini dia kata yang juga terus bermunculan di otak gue. Semua berawalan dari kata kenapa. Mungkin gue salah satu dari trilyunan orang yang suka mengeluh. Mengeluh mungkin emang nggak terus-terusan gue lakukan, tapi mengeluh biasanya gue lakuin di dalam hati. Kebayang nggak tuh seberapa banyak dosa gue kalo sampai gue memendam dan terus menerus mengeluh dalam hidup?  Sebenarnya, ini semua terjadi dan bermula karena adanya suatu masalah yang akhir-akhir ini bermunculan dan makin hari semakin parah tentunya. Gue nggak tau harus gimana lagi mengahadapi temen gue. Dia semenjak memiliki ‘hal baru’ dalam hidupnya jadi agak berubah dan jarang bergabung sama sahabat-sahabatnya (termasuk gue).  Dia jadi  suka marah-marah sendiri kalau gabung sama gue dan temen-temen gue yang lain. Kita semua bisa melihat semua kejanggalan yang ada. Kayaknya ada yang aneh. Udah gitu, waktu jalan mau balikin kostum nari (buat ujian praktek), dia pasang muka yang asem banget, dan nggak kasih tahu sebabnya. Gue nggak tahu lagi deh. Gue jadi males dan memilih buat nggak peduli lagi, karena gue pikir kayaknya dia udah nggak butuh keberadaan gue lagi sebagai sahabatnya yang selama ini ada di dekat dia. Mau apalagi? Dari pada gue tenggelam dalam kesendirian (hahaapa coba?). Gue mencoba buat gabung sama temen-temen yang lain. Lagipula dia juga kayaknya lebih asik sama ‘hal barunya’. Maaf deh kalau gue salah persepsi. Tapi gue juga nggak enak kalau keberadaan gue semata-mata hanya untuk pelarian dari ‘hal barunya’. Gue nggak tahu, apa mungkin ‘hal baru’ itu bikin dia berubah karena membuatnya nggak nyaman menjalani hidup. Bener gitu nggak? Nobody knows. Temen-temen gue nggak satu pun ada yang tahu. Dan paling mereka cuma bisa bilang, ‘Dia kenapa, Nind?’. Iyaaaa, mana gue tahulah, dia aja nggak pernah kasih tahu ke gue masalahnya apa dan tiba-tiba dia pasang muka bete dan cemberut. Maaf deh, bukannya gue mau menghianati keberadaan lu sebagai sahabat gue, tapi gue merasa nggak dibutuhkan lagi disini. Kayaknya gue banyak minta maaf ya disini? Hahaha jujur aja, niat gue juga itu, tapi gue nggak tahu harus mulai dari mana. Kita semua tuh tahu banget dia yang dulu kayak gimana. Yang pasti suka bikin suasana jadi rame. Tapi semenjak ada ‘hal baru’ dalam hidupnya, dia berubah drastis! Remaja = makhluk labil yang sulit diprediksi dan memprediksikan dirinya sendiri. Itu yang gue tahu dan gue ambil dari pengalaman yang ada. Gue sendiri nggak yakin juga sih, sama pernyataan gue yang tadi. Itu cuma salah satu dari analisa gue aja dari hidup gue.  Gue sendiri sebagai sahabat punya keterbatasan dalam masalah kesabaran. Gue nggak akan munafik disini. Ini merupakan hal-hal yang mengganjal di hati gue akhir-akhir ini. Bukannya gue nggak mau peduli sama dia lagi, tapi dia nggak peduli lagi sama kepedulian gue (ngerti nggaak?). Gue coba tanya apa masalahnya, dia diem aja. Gue diemin, salah juga. Kesannya gue nggak mau tahu masalah temen gue sendiri. Aaaaaah nggak tahulah, gue pusing. Jadi ini persahabatan? COMPLICATED, huh? Gue cuma pengen kita semua bisa masuk SMA yang kita mau dan bisa ngejalanin tes dengan mudah tanpa halangan. Itu aja kok. Gue juga nggak mau kita semua ngejalanin tes RSBI dengan rasa bersalah. Gue cuma mau bikin ini semua jadi clear. Semoga aja gue nggak bener-bener memutuskan untuk runaway dari masalah ini. Ya Allah kuatkanlah hamba-Mu ini dalam menghadapi berbagai cobaan dan semoga hamba bisa mendapatkan SMA yang hamba inginkan (amin).

Komentar bertahan »

First Time to Write!

Well, ini kali pertamanya gue nulis di blog. Sebelumnya gue udah pernah bikin blog beberapa kali, dan hasilnya? NIHIL! Hampir rata-rata bermasalah. Kalau nggak lupa password, sisanya hangus ditelan bumi. Hahaha harap dimaklum ajalah, namanya juga pemula. Semoga aja blog gue kali ini nggak akan bermasalah kayak yang pernah gue buat sebelumnya yaa :D (amin ya Allah amin). Hmmm, ngetik apa lg ya? Gue curhat ttg hari ini aja deh ya?

Rabu, 13 Mei 2009

Hari ini nothing special. Gue ga kemana-mana dan menghabiskan waktu selama kurang lebih 15 menit ngobrol-ngobrol bersama Pie, Ute, Uca, Sapi, Bela, Dila, Mutia di depan gerbang sekolah. Akhir-akhir ini Pie, Uca, Dila dan Mutia lg doyan banget ngomongin IH (IndoHogwarts). Jujur sih, sebenernya gue jg bagian dari mereka yang suka ikut-ikutan nyambung. Jadi tuh ya, gue, Pie, Dila dan Mutia adalah pemula di IH (awalnya sih, ngikutin jejaknya Uca gitu deh ;p). Dan bedanya gue dgn mereka adalah gue blm bikin visualisasinya, jd begitu mereka ngomongin ttg postingan surat pertama, gue nggak ngerti apa-apa -___-. Ya udahlah ga apa-apa. Ntar malem biar gue bikin visualisasinya (niat awal sih gitu). Dan ternyata oh ternyata, account gue nampaknya sudah dihapus dari IndoHogwarts, padahal cuma dalam waktu 3 hari doang gue cuekin, udah angus ntah kemana. Sedih bukan main hati gue. Gue ga bisa terimaaaaaaa. Tapi yaaaaaa TERPAKSA gue harus nunggu 2 bln LAGI buat bisa bikin account baru di IH. Astaghfirullaaah. Hati gue berkecamuk. Emosi tidak dapat terelakkan. Tapi ini kenyataan hidup. Mungkin gue emang blm boleh main-main sebelum tes SMA. Hari ini padahal hari kebebasan gue setela US, tapi yaaa terimaa ajalah. Nasi sudah menjadi bubur. Lagian suruh siapa coba bikin pendaftaran tgl 10 Mei! AAAAARGH :( Belum lg ulangan Seni Budaya yang menurut gue itu cukup sulit, dan benar-benar ga ada sedikitpun clue  yang bisa gue pakai buat dijadiin kunci. Gilaa! Awalnya sih lancar-lancar aja. Mulai memasuki nomor 20 keataaaas……. Waduh?! Gue ga ngerti apa-apa soal membuat desain grafis menggunakan tembikar blablablaa. MATI KUTU! Gue ga berkutik baca itu soal. Gue ga ngerti sama sekali tentang ini. Iya jelaslah, orang selama ini gue ga dapet kisi-kisi sama sekali. Dan buku Seni Budaya di sekolah gue, bukan buku tipis yang dibaca 1 jam udah beres, tapi bukunya ngalahin buku fisika maupun biologi (tebalnya maksudnya). Tebelnya tebel banget, sampai bingung harus baca dari mana. Astaghfirullah. Kayaknya gue emang harus memperbanyak istighfar -____-

Komentar bertahan »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.